Jumat, 14 Juni 2013

51. Organisasi Militer Buatan Jepang

Masih ingatkah kalian dengan penjajahan Jepang di Indonesia ? tentunya meninggalkan luka yang amat mendalam di rakyat indonesia, tetapi apakah kalian tau selama Jepang di Indonesia, Jepang membuat Organisasi Militer ? tidak tau kan ? kalau tidak, silahkan liat di bawah ini ! Ini hanya Organisasi Militer nya saya, masih ada Organisasi SemiMiliter, anda Ingin lihat? silah liat di daftar isi blog ini !


Heiho ( Pembantu Prajurit Jepang )

Heiho.
    Heiho merupakan Organisasi Militer resmi yang dibentuk pada bulan april 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18 – 25 Tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain – lain. Sampai berakhirnya masa pendudukan Jepang jumlah anggota Heiho mencapai 42.000 orang. Prajurit Heiho juga dikirim ke Luar Negeri untuk menghadapi pasukan Sekutu antara lain ke Malaya ( Malaysia ). Birma ( Myanmar ), dan Kepulauan Solomon.



PETA ( Pembela Tanah Air )

    PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada ( Panglima Tentara Ke - 16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun.
    Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan Militer Jepang. PETA bertugas mempertahankan Tanah Air Indonesia. PETA merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 Batalion PETA. Jabatan Komando Batalion dipegang oleh orang indonesia tetapi setiap Komandan ada Pelatih dan Penasihat Jepang. Tokoh – Tokoh PETA yang terkenal antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, dan Jenderal Ahmad Yani.

    Pergerakan massa rakyat dalam Organisasi – Organisasi diatas telah mendorong rakyat memiliki keberanian, sikap mental untuk menentang penjajahan, pemahaman terhadap Kemerdekaan maupun sikap mental yang mengarah pada terbentuknya Nasionalisme.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar